Awal penulisan ini karena gw dicurhatin junior gw waktu SMA yang gagal masuk PTN favoritenya karena gagal SNMPTN,,dia merasa gagal mewujudkan cita2nya untuk memakai almamater PTN yang dia tuju & dia juga ngerasa gagal ngebahagiain ortunya karena gagal masuk PTN,,,hhmmmmbbbb ,#itu merupakan satu dari ribuan cerita calon mahasisawa yang gagal masuk PTN favorietnya,,tapi apakah gagal masuk PTN itu dari akhir segalanya,,jawabannya GAK.,kita tidak boleh mengingkari bahwa meskipun kita sudah berusaha semuanya kembali kepada Tuhan Y.M.E..kita harus percaya apapun yang diberikan tuhan kepada kita ,itulah yang terbaik untuk kita (gw gak lebay ya,,mank ni bener ko' ^^ ).
pada dasarnya Perguruan Tinggi itu sendiri memiliki peran strategis dalam
mempersiapkan para mahasiswa untuk mengambil tanggung jawab di dalam masyarakat.
Perguruan tinggi diharapkan dapat mengaktualisasikan potensi yang ada melalui
beberapa program pengabdian pada masyarakat.
Banyak hal yang menjadi aspek penilaian
kualitas universitas di Indonesia. Mulai dari aspek komersialitas, visi-misi
universitas, status akreditasi, kurikulum, staf pengajar, aktivitas
kemahasiswaan.
Ø
Aspek
Komersialitas
Pertimbangan
mahasiswa setelah lulus dari universitas, tak lain adalah kemudahan dalam
mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Karir yang sukses dalam pekerjaan selama ini
diukur oleh besarnya jumlah gaji yang diperoleh setiap karyawan. Hal yang
menjadi permasalahan dalam penyerapan tenaga sarjana di Indonesia, bukan
hanya dari tingkat popularitas universitas tersebut. Popularitas tersebut harus
dibuktikan dengan kemampuan para alumninya. Lulusan universitas banyak
tak mendapatkan pekerjaan dikarenakan beberapa hal. Seperti dimuat dalam
majalah campus Indonesia, pada tahun 2010, 8,3 juta orang menganggur di
Indonesia. Alasan utamanya dikarenakan masalah kualifikasi dan kompetensi
lulusan baru. Rendahnya soft skill yang dimiliki para lulusan baru
tak ayal menimbulkan permasalahan baru. Para lulusan baru, seharusnya memiliki
kemampuan dalam hal kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri dan
bertanggung jawab. Kualitas sumber daya manusia menjadi hal lumrah bagi
negeri ini. Menurut data kementrian tenaga kerja dan transmigrasi 2010
dari 116,5 juta angkatan kerja, hanya 51 % lulusan indonesia. Salah satu alasan
mengapa mereka memilih universitas negeri, tertanam harapanbesar untuk mudah
dalam mendapatkan pekerjaan di masa depan. Padahal banyak perusahaan-perusahaan
yang lebih memilih lulusan universitas swasta yang unggul dari segi kapabilitas
dan kompetensi dibandingkan lulusan perguruan tinggi negeri.
Ø
Visi-misi
perguruan tinggi
Ditinjau
dari dimensi korporasi, peran Perguruan tinggi memberikan pelayanan di bidang
pendidikan tinggi, maka produk utama Perguruan Tinggi adalah pengetahuan.
Tujuannya adalah menyebarkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan melalui
proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat. Perguruan tinggi
selayaknya bukan bentuk dari komersialisasi pendidikan. Ketika Perguruan tinggi
sebagai bentuk komersialisasi pendidikan, tak ayal biaya untuk dapat mengenyam
bangku pendidikan menjadi hal yang dprioritaskan. Perguruan tinggi negeri
seharusnya banyak berbenah diri untuk terus meningkatkan kualitas lulusannya.
Biaya yang murah dalam peguruan tinggi negeri sangat mempengaruhi penyediaan
fasilitas kampus untuk mahasiswa. Perguruan tinggi swasta tidak memperoleh
dana dari pemerintah, kebanyakan dana bersumber dari pihak yayasan atau donatur
terkait. Pihak penyelenggara PTS senantiasa menyuguhkan
fasilitas-fasilitas untuk menunjang proses belajar lebih baik.
Ø
Akreditasi
Perguruan Tinggi
Tak
dapat dipungkiri akreditasi dari setiap perguruan tinggi menjadi daya tarik
tersendiri bagi calon mahasiswa baru. Akreditasi dipahami sebagai suatu proses
evaluasi dan penilaian mutu instituisi perguruan tinggi dan program studi yang
dilakukan oleh tim pakar sejawat di luar lembaga pendidikan tinggi berdasarkan
standar mutu yang telah ditetapkan. Hasil akreditasi sebuah perguruan tinggi
diyakini sebagai bentuk pengakuan bahwa perguruan tinggi tersebut telah
memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Menurut surat kabar kompas dari seluruh
prodi PTS, sebanyak 6000 prodi belum terakreditasi oleh BAN-PT. Sebagian dari
PTS tersebut telah mengajukan permohonan untuk akreditasi, namun sebagian yang
lain belum. Padahal status akreditasi sangatlah penting untuk menjamin hak
lulusan memdapatkan pekerjaan. Siswa yang baru lulus menegedepankan ketelitian
status PTS, jika ingin kuliah di PTS. Tidak semua PTS terakreditasi, bedanya
dengan PTN kebanyakan dari mereka telah memperoleh status tersebut.
Ø
Mahalnya
biaya pendidikan di PTS
Hal
yang terus menjadi wacana dalam dunia pendidikan adalah mahalnya biaya untuk
mengenyam perkuliahan sulit untuk dijangkau. Biaya pendidikan perguruan
tinggi sebagai salah satu alasan mengapa banyak pemuda Indonesia yang tak mampu
duduk di bangku perkuliahan. Faktor penghambat terbesar adalah ketiadaan biaya
yang memadai karena tingkat pendapatan keluarga yang masih terbatas sementara
biaya di perguruan tinggi semakin besar. Biaya yang mahal tersebut sebenarnya
dialokasikan untuk terus meningkatkan kualiatas perguruan tinggi di Indonesia.
Di tengah kompetisi yang kian ketat.
Pemerintah
terus berupaya untuk memberikan beasiswa kepada masyarakat. Dengan
beasiswa dalam bentuk subsidi silang, bidik misi, atau beasiswa dari
yayasan-yayasan tertentu. Bidik misi yang selama ini familiar di masyarakat
bidik misi di PTN, namun PTS ternyata memiliki program bidik misi. Bidik
misi PTS diberikan hanya pada prodi kedokteran, teknik, sains, pertanian, dan
akuntansi dan harus didukung dengan akreditasi A untuk PTS di kota-kota besar,
akreditasi B untuk PTS di daerah-daerah.
Tentunya
mahasiswa yang mendapatkan bidik misi tidak dikenakan biaya apapun oleh PTS
yang bersangkutan. Menurut Kemdikbud tahun ini beasiswa bidik misi untuk PTS
sebanyak 12 juta per tahun.
Salah
satu yang menjadi alasan kenapa banyak yang memilih PTN dikarenakan biaya yang
relatif lebih murah. Namun, PTS juga menyediakan program beasiswa penuh 100 %
untuk mahasiswa baru dan beasiswa-beasiswa lain untuk memudahkan setiap anak
mendapatkan pendidikan.
FENOMENANYA yang terjadi dewasa ini Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SNMPTN) yang merupakan ajang kompetisi akbar tahunan bagi calon mahasiswa baru
yang memiliki impian untuk meneruskan jenjang pendidikan ke bangku kuliah
tentunya dirasakan berbeda-beda oleh peserta. bukan karena hanya melihat aspek2 diatas namun memiliki beragam tujuan individual yang tentunya berbeda-beda
Ada yang berbahagia karena cita-citanya untuk bergabung dengan perguruan tinggi negeri (PTN) favorit akhirnya terwujud, namun ada juga yang merasa kecewa dan terpaksa gigit jari karena gagal dalam proses seleksi hingga akhirnya menjadikan perguruan tinggi swasta (PTS) sebagai alternatif daripada menganggur atau menunggu SNMPTN tahun berikutnya.
Namun, hal paling menarik sebagai suatu realitas yang tidak dapat dipungkiri, yakni SNMPTN terkadang juga menjadi ajang adu gengsi bagi calon mahasiswa maupun keluarga calon mahasiswa untuk menorehkan nama di sejarah civitas academica PTN favorit.
Anggapan masyarakat bahwa dengan kuliah di PTN seperti UI, ITB, UNPAD, IPB, UGM maka secara tidak langsung akan ”meluruskan” jalan meniti masa depan kelak, setelah lulus dari perguruan tinggi. Sehingga kebangaan menggunakan almamater dari perguruan tinggi negeri tersebut menjadi euforia bernuansa intelektual.
Pertanyaan besar kemudian muncul, ”Benarkah dengan masuk ke PTN maka secara langsung maupun tidak langsung akan mempermudah jalan menuju kesuksesan di masa depan?” Terlalu naif rasanya jika harus membenarkan pertanyaan tersebut. Keberhasilan atau kesuksesan seseorang terlalu sempit jika harus menggunakan institusi pendidikan sebagai alat ukurnya.
Pendidikan bukanlah sebuah institusi atau merk dagang. Pendidikan adalah sebuah proses panjang pembelajaran dan pengalaman yang terakumululasi dalam sebuah praktik nyata, tidak hanya soal ilmu pengetahuan yang mumpuni tetapi juga moral dan etika kehidupan yang beradab.
Di sisi lain, SNMPTN juga seolah menjadi pembatas kesenjangan antara si pintar dan si bodoh. Anggapan bahwa orang-orang yang berhasil tembus di SNMPTN sebagai orang-orang pilihan yang pintar dan berhak mendapatkan pendidikan bermutu terbaik di perguruan tinggi ternama melekat kuat dalam anggapan masyarakat. Padahal faktor luck dan ”kecurangan” bisa saja mewarnai pelaksanaan SNMPTN. Sehingga tidak jarang orang-orang pintar yang kurang beruntung terpaksa gigit jari dan frustasi pasca pengumuman SNMPTN. Hal ini secara tidak langsung memberikan tekanan psikologis bagi mereka dalam mengarungi jenjang pendidikan selanjutnya. Fenomena ini tentunya menjadi ironi tersendiri yang memprihatinkan mengingat banyak generasi muda yang berpotensi namun kurang mendapat perhatian atas talenta mereka.
PTS lantas menjadi alternatif bagi mereka yang gagal dalam SNMPTN. Namun, PTS bukanlah ”tempat buangan” seperti anggapan kebanyakan orang. Jika diperhatikan secara seksama, kualitas PTS tertentu sebenarnya tidak kalah dengan PTN kebanyakan, baik dari segi sarana dan prasarana, tenaga pendidikan, juga kurikulum ajar yang baik pada setiap program studi yang ditawarkan.
Ada yang berbahagia karena cita-citanya untuk bergabung dengan perguruan tinggi negeri (PTN) favorit akhirnya terwujud, namun ada juga yang merasa kecewa dan terpaksa gigit jari karena gagal dalam proses seleksi hingga akhirnya menjadikan perguruan tinggi swasta (PTS) sebagai alternatif daripada menganggur atau menunggu SNMPTN tahun berikutnya.
Namun, hal paling menarik sebagai suatu realitas yang tidak dapat dipungkiri, yakni SNMPTN terkadang juga menjadi ajang adu gengsi bagi calon mahasiswa maupun keluarga calon mahasiswa untuk menorehkan nama di sejarah civitas academica PTN favorit.
Anggapan masyarakat bahwa dengan kuliah di PTN seperti UI, ITB, UNPAD, IPB, UGM maka secara tidak langsung akan ”meluruskan” jalan meniti masa depan kelak, setelah lulus dari perguruan tinggi. Sehingga kebangaan menggunakan almamater dari perguruan tinggi negeri tersebut menjadi euforia bernuansa intelektual.
Pertanyaan besar kemudian muncul, ”Benarkah dengan masuk ke PTN maka secara langsung maupun tidak langsung akan mempermudah jalan menuju kesuksesan di masa depan?” Terlalu naif rasanya jika harus membenarkan pertanyaan tersebut. Keberhasilan atau kesuksesan seseorang terlalu sempit jika harus menggunakan institusi pendidikan sebagai alat ukurnya.
Pendidikan bukanlah sebuah institusi atau merk dagang. Pendidikan adalah sebuah proses panjang pembelajaran dan pengalaman yang terakumululasi dalam sebuah praktik nyata, tidak hanya soal ilmu pengetahuan yang mumpuni tetapi juga moral dan etika kehidupan yang beradab.
Di sisi lain, SNMPTN juga seolah menjadi pembatas kesenjangan antara si pintar dan si bodoh. Anggapan bahwa orang-orang yang berhasil tembus di SNMPTN sebagai orang-orang pilihan yang pintar dan berhak mendapatkan pendidikan bermutu terbaik di perguruan tinggi ternama melekat kuat dalam anggapan masyarakat. Padahal faktor luck dan ”kecurangan” bisa saja mewarnai pelaksanaan SNMPTN. Sehingga tidak jarang orang-orang pintar yang kurang beruntung terpaksa gigit jari dan frustasi pasca pengumuman SNMPTN. Hal ini secara tidak langsung memberikan tekanan psikologis bagi mereka dalam mengarungi jenjang pendidikan selanjutnya. Fenomena ini tentunya menjadi ironi tersendiri yang memprihatinkan mengingat banyak generasi muda yang berpotensi namun kurang mendapat perhatian atas talenta mereka.
PTS lantas menjadi alternatif bagi mereka yang gagal dalam SNMPTN. Namun, PTS bukanlah ”tempat buangan” seperti anggapan kebanyakan orang. Jika diperhatikan secara seksama, kualitas PTS tertentu sebenarnya tidak kalah dengan PTN kebanyakan, baik dari segi sarana dan prasarana, tenaga pendidikan, juga kurikulum ajar yang baik pada setiap program studi yang ditawarkan.
Pada dasarnya, keberhasilan pendidikan seseorang ditentukan oleh setiap individu masing-masing. Proses pembelajaran dan motivasi berperan penting bagi individu untuk selalu berkarya dan berprestasi. Tidak penting dari perguruan tinggi mana seseorang berasal tetapi lebih menekankan pada sejauh mana seseorang mampu konsisten dalam berprestasi.
Kata Augusto Comte seorang bapak filsuf positivisme
dan psikolog, bahwa dimanapun kita berada, jangan menjadikan sebuah human
determinism atau dengan kata lain jangan kita terlalu adem ayem saja dengan
keadaan lingkungan dimana kita menempuh pendidikan. Disini peran mahasiswa
sebagai rakyat mayoritas kampus harus ikut andil dalam mensukseskan
almamaternya. Karena bagaimanapun juga sesuai dengan statuta universitas, bahwa
mahasiswa harus menjaga nama baik universitasnya. Justru bersyukurlah jika kita
diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, dan sekaligus mengangkat
nama baik civitas akademika.
para calon mahasiswa yang rezekinya gak di PTN,,jangan terlalu bersedih kalian juga harus ngliat lingkungan diluar kalain,,,kalian pasti gak nyangka HARVARD UNIVERSITY ITU SWASTA ....(pasti lo melongo baca ini,,awal gue teu uga syok #lebay amat yak gw )
Yap HARVARD UNIVERSITY yang berada dikawasan pimpinan Barack Obama ini merupakan universitas terbaik didunia dan ini merupakan universitas swasta ..
universitas yang terletak di Harvard Yard Cambridge, MA 02138, Amerika Serikat ini merupakan universitas dambaan hampir semua mahasiswa (termasuk gw,,he he),,tidak bisa dipungkiri universitas ini banyak melahirkan manusia-manusia super yang banayak memberikan manfaat pada dunia sesuai dengan keahliannya masing-masing,,

Sebagai manusia normal.kita memang menginginkan yang terbaik,dan buat para calon mahasiswa ini daftar TOP 50 Universitas diindonesia yang bisa lo jadiin bahan pertimbangan untuk memilih PT
Universitas terbaik di indonesia(versi 4ICU)
1
|
Institut Teknologi Bandung
|
Bandung
|
2
|
Universitas Indonesia
|
Depok ...
|
3
|
Universitas Gadjah Mada
|
Yogyakarta
|
4
|
Universitas Gunadarma
|
Depok
|
5
|
Universitas Pendidikan Indonesia
|
Bandung
|
6
|
Universitas Diponegoro
|
Semarang
...
|
7
|
Universitas Sebelas Maret
|
Surakarta
|
8
|
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
|
Surabaya
|
9
|
Universitas Airlangga
|
Surabaya
|
10
|
Institut Pertanian Bogor
|
Bogor
|
11
|
Universitas Sumatera Utara
|
Medan
|
12
|
Universitas Padjadjaran
|
Bandung
...
|
13
|
Universitas Islam Indonesia
|
Yogyakarta
|
14
|
Universitas Brawijaya
|
Malang
|
15
|
Universitas Mercu Buana
|
Jakarta
|
16
|
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
|
Yogyakarta
|
17
|
Universitas Kristen Petra
|
Surabaya
|
18
|
Universitas Sriwijaya
|
Palembang
...
|
19
|
Universitas Surabaya
|
Surabaya
...
|
20
|
Universitas Muhammadiyah Malang
|
Malang ...
|
21
|
Universitas Negeri Yogyakarta
|
Yogyakarta
|
22
|
Universitas Bina Nusantara
|
Jakarta
...
|
23
|
Universitas Muhammadiyah Surakarta
|
Surakarta
|
24
|
Universitas Negeri Malang
|
Malang
|
25
|
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
|
Jakarta
|
26
|
Universitas Negeri Semarang
|
Semarang
...
|
27
|
Universitas Andalas
|
Padang
|
28
|
Universitas Hasanuddin
|
Makassar
|
29
|
Universitas Komputer Indonesia
|
Bandung
|
30
|
Universitas Lampung
|
Bandar
Lampung
|
31
|
Universitas Udayana
|
Badung ...
|
32
|
Universitas Ahmad Dahlan
|
Yogyakarta
|
33
|
Universitas Esa Unggul
|
Jakarta
...
|
34
|
Universitas Bengkulu
|
Bengkulu
|
35
|
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
|
Yogyakarta
|
36
|
Universitas Jember
|
Jember
|
37
|
Universitas Tarumanagara
|
Jakarta
|
38
|
Universitas Trisakti
|
Jakarta
|
39
|
Universitas Jenderal Soedirman
|
Purwokerto
|
40
|
Universitas Negeri Surabaya
|
Surabaya
|
41
|
Universitas Sam Ratulangi
|
Manado
|
42
|
Universitas Negeri Padang
|
Padang ...
|
43
|
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
|
Tangerang
|
44
|
Universitas Riau
|
Pekanbaru
|
45
|
Universitas Syiah Kuala
|
Banda Aceh
|
46
|
Universitas Negeri Medan
|
Medan
|
47
|
Universitas Paramadina
|
Jakarta
|
48
|
Universitas Pendidikan Ganesha
|
Singaraja
|
49
|
Universitas Trunojoyo
|
Bangkalan
|
50
|
Universitas Mulawarman
|
Samarinda
|
Gimana banyak juga kan PTS yang bagus :) ...Daftar universitas terbaik ini bisa kita jadikan referensi ketika kita memilih sebuah
universitas.INGAT Universitas hanyalah tempat dimana kita mencari atau mendalami
ilmu, tetapi jika kita ingin berhasil, bukan dimana universitas yang kita
pilih, tetapi niat dan keseriusan kita dalam belajar yang akan membuat kita
berhasil. Apapun Universitasmu, tetap belajar dengan serius, demi masa depan
mu, dan masa depan bangsa kita...........................................................................